Petani mungkin bukan menjadi salah satu profesi idaman bagi generasi muda saat ini. Namun, jika dijalani dengan kerja keras, tanpa gengsi dan dengan pengetahuan yang baik pertanian merupakan sebuah usaha yang menjanjikan, terlebih karena pasarnya sudah jelas. Mungkin itu yang dapat dipetik dari kisah seorang petani muda sukses asal Desa Pedeslohor, Kecamatan Jatibarang, Brebes. Dedi Setia Budiman (26) atau biasa dikenal dengan panggilan Dedi juga sempat menjadi narasumber dalam Jambore Petani Muda 2018 yang digelar oleh Petrokimia Gresik dengan peserta siswa-siswi SMK dari seluruh Indonesia 18-20 Juli 2018 lalu.
Dedi adalah seorang pemuda yang memutuskan untuk menjalani hidup sebagai seorang petani dan menjalankan usaha pertanian tanaman holtikultura di daerahnya. Tanaman holtikultura yang menjadi komoditas lahan pertaniannya di antaranya adalah, melon dan cabe, juga ada padi.
Dedi yang sejak SMP sudah merantau ke kota besar ini sadar bahwa keinginannya sangat besar untuk membantu kedua orang tuanya bertani. Namun, karena bekal ilmu yang Ia rasakan masih kurang, pria muda mandiri ini mengambil paket C. Berbekal ijazah paket C tersebut, Ia kemudian meneruskan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi dan mengambil Jurusan Agribisnis di Universitas Tunas Pembangunan Surakarta. Dedi ingin bertani dengan cara yang lain dari yang selama ini orang tuanya lakukan. Oleh karena itu, Ia belajar dengan giat, menambah ilmu dalam bidang pertanian selama kuliah sehingga saat nanti lulus dapat Ia terapkan.
Lulus dengan predikat sangan memuaskan di tahun 2014, dedi pun memutuskan kembali kedesanya. Hal pertama yang Ia lakukan adalah mengamati pergerakan harga komoditas pertanian di Kabupaten Brebes dan mencari alternatif komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Hingga akhirnya, Dedi memutuskan untuk mengembangkan pertanian komoditas holtikultura.
Berbekal pengetahuan dan jaringan semasa kuliah, serta sedikit modal hasil menjual gerobag nasi goreng, Dedi mulai menanam semangka dan bunga kol. Pada saat memulai menjadi petani, lahan yang dikelolanya baru seluas 0,08 hektar. Dedi pun sempat dihadapkan pada kesulitan dalam hal budidaya juga bagaimana perjuangannya meyakinkan orang tua untuk mau mengganti komoditas.

Usahanya Dedi terus berkembang, dan kini Ia mampu mengelola lahan lebih dari 1 hektar. Berbagai komoditas pertanian ditanamnya, selain untuk meminimalisir risiko harga, juga untuk merotasi tanaman.
Menurut Dedi, jika ingin menekuni dunia pertanian, sebagai generasi muda kita tidak perlu merasa gengsi. Dengan belajar giat, kerja keras dan mental kuat, niscaya usaha di bidang pertanian ini sangatlah menjanjikan.
Sumber: sahabatpetani.com
