Ketika puluhan hektar sawah di Desa Grogol terendam akibat tanggul Sungai Situri jebol pada 20 Desember 2017, Letkol. Inf. Chandra Ariyadi Prakosa segera bertindak. Lelaki kelahiran Klaten pada 25 September itu, tergerak hatinya melihat penderitaan masyarakat. Khususnya para petani yang menggantungkan hidupnya dari sawah. Menurut Chandra, jebolnya tanggul Sungai Situri sudah terjadi beberapa kali.
Jebolnya tanggul tersebut sangat merugikan petani, apalagi umur padi mereka baru berumur dua minggu, namun harus hanyut disapu air bah. Chandra mengajak berbagai komponen masyarakat Sukoharjo untuk bahu membahu memperbaiki tanggul. Mulai dari masyarakat Desa Grogol, Polri, BPBD, Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum, BBWS Surakarta, LDII, MTA, Banser NU, dan FKPPI turun tangan membantu. Hanya dalam waktu dua hari, perbaikan tanggul yang jebol sepanjang 5 meter bisa diselasikan.
Sebagai salau satu tugas Babinsa yaitu mendampingi petani, bantuan ini merupakan sebuah panggilan tugas dan jiwa yang sangat besar. Tidak hanya itu, ternyata Babinsa telah dibekali imu tentang budidaya, mulai dari olah lahan hingga pemupukan hingga pemanenan. Bahkan salah satu anggota Babinsa ada yang juga memiliki sambilan bertani dan Chandra sangat mendukungnya.
Menurut Chandra, Babinsa yang bertani bisa menjadi panutan bagi petani di desa binaan masing-masing. Karena bagaimanapun juga mereka harus memberikan contoh, baik teori maupun praktek. Jika praktreknya di lahan Babinsa sendiri, maka akan lebih mengena. Di samping itu hasil dari bertani bisa menjadi tambahan penghasilan untuk kesejahteraan keluarga.
Sumber: sahabatpetani.com
